Kepala BPTU-HTP, Dani Kusworo menyebut bahwa total vaksin PMK dosis pertama yang diterima sebanyak 1.300 dosis.

“Dari jumlah vaksin itu, yang telah kita gunakan sebanyak 1.258 ekor dari total 1.267 sapi kita di sini,” katanya didampingi Kasubag Tata Usaha BPTU-HTP. Indahwati, Senin 27 Juni 2022

Pelaksanaan vaksinasi PMK sendiri telah dilakukan secara bertahap sejak Jumat (24/6) lalu sampai dengan Minggu (24/6). Vaksinasi dilakukan tim yang terdiri dari medik veteriner, paramedik veteriner, dan pengawas bibit ternak BPTU-HPT Padang Mengatas. Ternak sapi yang sudah divaksin langsung diinput ke sistem pelaporan isi Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan sehingga dapat di kontrol secara real time.

Dikatakannya, belum semua sapi yang ada di BPTU-HTP Padang Mengatas divaksin karena untuk sapi usia dua minggu dan untuk sapi yang didiagnosa sedang sakit tidak divaksin.

Dia menerangkan, untuk masing-masing sapi akan diberikan vaksin PMK sebanyak tiga kali. “Satu bulan setelah vaksin pertama diberikan akan diberikan dosis kedua. Selanjutnya, enam bulan setelahnya akan diberikan vaksin booster,” terangnya.

Berdasarkan Surat Edaran Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Nomor: 06006/PK.310/F/05/2022 tentang Peningkatan Kewaspadaan terhadap PMK, langkah-langkah antisipasi yang dilakukan BPTU-HPT Padang Mengatas, diantaranya membuat Satgas pencegahan PMK

“Satgas ini berfungsi untuk membuat sistem dan strategi pencegahan PMK dan memberikan edukasi pada pegawai,” katanya.

Selanjutnya, menutup sementara BPTU-HPT Padang Mengatas dari kunjungan baik untuk kegiatan edukasi maupun pelatihan peternakan. Hal itu dilakukan supaya tidak terjadi penularan dari manusia ke hewan.

“Kunjungan masyarakat ke BPTU-HPT Padang Mengatas cukup tinggi apalagi dalam suasana lebaran Idul Fitri, intensitas kunjungan edukasi peternakan sangat padat. Tapi dengan kebijakan lockdown kunjungan dapat ditutup,” kata dia.

Untuk mengoptimalkan pengawasan, digunakan biosecurity mulai dari pintu masuk gerbang hingga kandang dan areal farm.  BPTU-HPT Padang Mengatas membagi atas tiga zona, yaitu zona pertama yang meliputi gerbang utama, komplek perumahan pegawai dan kantor, kemudian zona dua yaitu areal pengembalaan dan kebun hijauan dan zona tiga yaitu kandang. Setiap zona harus menerapkan biosecurity sesuai SOP yang sudah ditetapkan.

“Kami juga memberikan edukasi kepada pegawai dan masyarakat terkait dengan PMK dan penularannya melalui penyampaian langsung, media sosial dan dengan memasang spanduk di tempat-tempat strategis. Sehingga seluruh pegawai disiplin menjalankan biosecurity dan masyarakat juga ikut berpartisipasi menjaga ternaknya terhindar dari PMK,” terang dia.

Untuk memperkuat imunitas atau daya tahan tubuh ternak dengan pemberian vitamin dan hijauan yang lebih berkualitas serta peningkatan sanitary kandang.

“Kami terus mengoptimalisasi pemantauan kesehatan ternak serta saat ini memperbanyak kelompok ternak di Padang penggembalaan,” kata Dani Kusworo.

Pihak BPTU-HPT Padang Mengatas, kata dia, terus membangun komunikasi dengan pihak terkait yaitu dinas peternakan dan kesehatan hewan provinsi, kabupaten kota, Balai Veteriner Bukittinggi, kepolisian, Denzipur, dan wali nagari sekitar BPTU dalam upaya untuk keamanan dan memantau perkembangan PMK di daerah sekitar balai,” terangnya.

 

Pewarta : Ady
Editor : Heri Suprianto