Matasumbar.com – Proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat kabupaten Mentawai telah memasuki tahap akhir. Namun, hingga saat ini Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) masih belum dapat mengumumkan nama-nama peserta yang lolos karena menunggu hasil seleksi tingkat Provinsi Sumbar.
Hasil seleksi provinsi menjadi penentu sebelum pemerintah daerah menetapkan anggota Paskibraka tingkat kabupaten. Di tengah persaingan yang semakin ketat akibat berkurangnya kuota penerimaan, para calon anggota Paskibraka (Capas) kini menanti keputusan akhir dari panitia provinsi.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan politik (Kesbangpol) Mentawai, Joni Anwar mengatakan, pelaksanaan seleksi calon paskibraka tingkat kabupaten ini mengacu pada peraturan presiden nomor 51 tahun 2022 tentang program pasukan pengibar bendera pusaka.
Dia menyebut, proses seluruh tahapan seleksi di tingkat kabupaten telah selesai dilaksanakan. Saat ini menunggu hasil seleksi dari tingkat provinsi.
“Untuk Paskibraka kabupaten, saat ini kita menunggu hasil pengumuman dari provinsi,” kata Joni Anwar kepada media, Rabu (8/7/3026).
Adapun seleksi tahap awal dilakukan itu seleksi adminitrasi yang mengacu kepada surat edaran Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) tentang persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon paskibraka.
Tahapan-tahapan itu pertama kali di lakukan sosialisasi kedaerah, karena kondisi geografis yang tidak memungkinkan untuk tatap muka di lakukan secara daring dengan seluruh kepala sekolah termasuk korwil.
Dalam proses seleksi itu setiap calon melakukan pendaftaran melalui aplikasi yang di buka selama 14 hari. Pelaksanaan di mulai sejak 15 Maret 2026 dan setiap calon harus memiliki akun masing-masing.
“Seluruh persyaratan itu di uplode di akun masing-masing, baik itu tinggi, nilai termasuk persyaratan yang lainnya” sebut Joni Anwar.
Dia menyebut, sebagaii calon paskibraka itu merupakan pelajar kelas X dengan minimal usia 16 sampai 18 tahun pada tanggal 17 Agustus sesuai tahun penugasan pada upacara haribulang tahun proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.
Pada saat pembukaan pendaftaran jumlah calon paskibraka yang ikut sebanyak 160 orang dan yang lulus seleksi adminitrasi sebanyak 108 orang yang akan melanjutkan tahap berikutnya yaitu ujian tertulis secara online.
Hasil ujian tertulis itu langsung keluar dan tidak bisa di intervensi. Hasil tersebutlah yang akan melanjutkan tahap berikutnya seperti tes wawancara, jasmani dengan melibatkan pihak TNI-Polri dan Tim kesehatan.
Dia menjelaskan pelaksanaan seleksi jasmani di lakukan di dua titik yaitu wilayah Siberut meliputi peserta dari Siberut Utara, Siberut barat, Siberut tengah, Siberut barat daya dan Siberut Selatan, sedangkan wilayah Sipora meliputi, Sipora Utara, Sipora Selatan, Pagai Utara, Pagai Selatan dan Sikakap.
Dari pelaksanaan seleksi jasmani itu di lakukan rapat panitia penilaian dengan melibatkan personel Polri, Angkatan Laut, Kodim 0319/Mentawai dan Dinas Kesehatan guna membahas rekap nilai setiap calon paskibraka.
Setelah selesai rekap nilai, admin Kesbangpol memasukan kedalam aplikasi untuk dikirim ke pusat, hasil itu di putuskan oleh BPIP, kalau hasil seleksi sudah keluar di tingkat pusat berlanjut ke tingkat provinsi kemudian di tingkat kabupaten.
“Saat ini kita masih menunggu hasil seleksi provinsi, kalau sudah keluar hasilnya, baru kita umumkan” sebut Joni Anwar.
Dia menambahkan, untuk anggaran pelaksanaan seleksi paskibraka tahun ini hanya sebesar 700 juta dengan alokasi rekrutmen sebanyak 30 orang, dimana 4 orang mengikuti seleksi provinsi dan nasional.
Editor : Tim Redaksi













