BUKITTINGGI, matasumbar.com – Untuk percepatan dan pemerataan pembangunan, Anggota Komisi 1 DPRD Kabupaten Agam mendukung wacana realisasi Daerah Otonomi Baru (DOB) yang telah lama di perjuangkan oleh sejumlah nagari di Agam Timur.
“Wacana pemekaran Kabupaten Agam menjadi Kabupaten Agam Tuo ini di rancang untuk kepentingan masyarakat banyak, kami DPRD Kabupaten Agam sangat mendukung” kata Feri Adrianto salah satu narasumber Talk Show dalam Diskusi Publik.
Dia menyebutkan, keseriusan pihak Pemerintah Kabupaten Agam pun juga sudah terlihat nyata, ujarnya. Dalam rapat paripurna pada awal Januari 2020 lalu, di DPRD Agam, Bupati Agam, Indra Catri juga terus melaporkan persiapan pemekaran Kabupaten Agam. Pemerintah Kabupaten Agam juga menyatakan kesiapan dalam mendukung terealisasinya hal ini, bebernya.
Hal itu terlihat dengan telah disediakannya lahan untuk mendukung persiapan infrastruktur di daerah baru tersebut, lanjutnya. Diterangkan juga oleh Feri Adrianto, Pemkab Agam juga menyatakan sudah menyediakan lahan seluas 39 Hektar di Nagari Balingka, Kecamatan IV Koto sebagai lahan untuk ibukota baru bagi daerah pemekaran, kita menungggu regulasi dan tahapan saja untuk saat ini, sebut Feri.
Sementara itu, Ketua Komisi 1 DPRD Agam Syaflin dalam kesempatan diskusi publik itu juga menyebutkan, sangat mendukung agenda diskusi publik dengan tema DOB yang diangkat oleh Ranah Talk Show ini.
Syaflin berharap, di era keterbukaan informasi publik seperti saat ini seluruh warga masyarakat harus tahu apa-apa saja bentuk kegiatan yang dilakukan oleh penyelenggara pemerintah dan para pemangku kepentingan lainnya.
Saat ini, masyarakat semakin cerdas, jangan ada lagi masyarakat yang terprovokasi oleh isu sepihak yang disebarkan oleh sekelompok orang yang tidak bertanggungjawab demi untuk kepentingan pribadi dan golongan mereka. Karena saat ini, hampir sebagian besar masyarakat melek dengan teknologi.
Dikatakan, Orang atau kelompok yang memprovokasi juga menggunakan siasat yang semakin canggih. Mereka memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan suatu agitasi yang memecah belah tatanan masyarakat.
“Sebagai orang bijak, kita harus mampu menfilter berbagai informasi yang berkembang tersebut, ulasnya kepada awak media, Senin 9 Maret 2020.
Semua tema menarik yang menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat seyogyanya diinformasikan melalui wadah diskusi seperti ini, tambahnya. (Jontra).















