Matasumbar.com – Manfaatkan momentum bulan suci Ramadhan 1447 hijriah, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Mentawai menggelar kegiatan inovatif bertajuk ngabuburit dan Buka puasa bersama di kafe laggai kawasan wisata Homestay Mapadegat, Sabtu (7/3/2026).
Menjelang berbuka puasa, Koordinator Sekretaris (Korsek) Bawaslu Mentawai, Mansyur Skb berikan tausiah atau Kuliah Tujuh Menit (Kultum) dilokasi yang suasananya di alam terbuka sekaligus menikmati keindahan objek wisata di homestay Mapadegat.
Acara yang dilaksanakan menjelang waktu berbuka puasa ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyelaraskan persepsi dalam pelaksanaan tugas sebagai pengawas pemilu di lingkungan Bawaslu Mentawai.
Dia menyampaikan, menjaga hati merupakan upaya membersihkan hati dari sifat tercela (seperti iri, sombong, dan dendam) serta menyeleksi keinginan diri agar tetap bersih selama menjalankan ibadah puasa termasuk pelaksanaan tugas sebagai pengawas pemilu.
“Ini melibatkan syukur, ibadah/dzikir, pengendalian emosi, dan mengembangkan sifat baik. Secara metafora, ini juga bermakna komitmen menjaga perasaan” imbuhnya.
Ketua Bawaslu Mentawai, Nasrullah Siritoitet dalam arahannya menyampaikan, bahwa menjaga kerukunan antar umat beragama dalam konsep pengawasan pemilu adalah bentuk ibadah, sesuai dengan momen ramadhan yang dijalani saat ini.
“Semoga aktivitas kita selama bulan ramadhan dapat berjalan dengan baik hingga sampai menuju hari kemenangan yakni idul Fitri di berikan kesehatan dan optimis dalam menjalankan tugas pengawasan” tuturnya.
Kegiatan ngabuburit dan berbuka puasa bersama ini, kata Nasrullah melambangkan kebersamaan dalam menjalankan tugas pengawasan
“Kita berharap pesan-pesan pengawasan yang disampaikan melalui pendekatan religius ini dapat meresap lebih dalam ke hati masyarakat, sehingga Pemilihan yang akan kita hadapi nantinya dapat berjalan dengan bermartabat” ujarnya.
Dia menambahkan, melalui buka puasa bersama ini menunjukkan bahwa tugas dan fungsi kita tetap berjalan serta semangat menjaga marwah demokrasi di kepulauan Mentawai.
“Konsepnya kita harus mampu menjaga hati dalam melaksanakan tugas sebagai pengawas pemilu” pungkasnya.
Editor : Tim Redaksi















