Matasumbar.com – Isu yang beredar terkait perselingkuhan yang melibatkan nama kepala desa Makalo merupakan isu tidak benar dan dipastikan tidak sesuai dengan fakta hanya sengaja menggiring opini atas ketidaksukaan terhadap kepala desa.
Dengan terbitnya pemberitaan di media online yang sempat viral, Kepala Desa Makalo, Delti Hardi mengklarifikasi informasi tersebut bahwa dugaan perselingkuhan itu tidak benar dan bisa di buktikan.
“Informasi ini sengaja di giring untuk menjatuhkan saya sebagai kepala desa dan memang ada beberapa oknum di pemdes yang tidak senang kehadiran saya sebagai kepala desa” sebut Delti kepada media, kamis (11/6/2026).
Dia menegaskan, terkait dugaan perselingkuhan ini bisa di buktikan dengan keterangan yang diberikan pihak perempuan yang diduga menjadi korban dan juga si korban siap memberikan klarifikasi.
Dia menepis informasi yang berkembang saat ini soal perselingkuhan terhambat roda pemerintahan tidak benar, semuanya tetap berjalan secara normatif tidak ada yang terkendala terkait dengan pelayanan
“Tidak ada terhambat roda pemerintahan desa terkait degan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik” sebutnya.
Selain itu dia juga meluruskan terkait dengan pengusiran dikampung yang dilakukan pihak-pihak tertentu di lakukan hanya sepihak dan juga tidak ada sangkut pautnya dengan persoalan dugaan perselingkuhan.
Ia menyampaikan, dalam persoalan dugaan perselingkuhan ini ada yang memprovokasi masyarakat dan bukan masyarakat setempat yang melakukan pengusiran.
“Intinya ada pihak-pihak yang tidak senang dengan melakukan berbagai cara dengan tujuan untuk menjatuhkan saya sebagai kepala desa dengan membangun isu yang tidak benar” ucap Delti
Yanti selaku kasi pelayanan desa Makalo yang di isukan jadi korban menyampaikan, bahwa informasi yang beredar terkait perselingkuhan dengan kepala desa isu tidak benar.
” Saya dengan kepala desa hanya sebatas pimpinan dengan bawaan tidak ada hubungan khusus” tegas Yanti
Dengan beredarnya informasi terkait perselingkuhan ini, pihaknya juga menjelaskan dengan Ketua BPD Desa Makalo, Kepala Dusun Tubeket, Isar Anggota Dewan dengan jawaban yang sama bahwa informasi itu tidak benar melalui komunikasi telepon.
“Saya juga di isukan mengandung, sementara saya dengan kepala desa tidak ada hubungan apa-apa hanya sebatas pimpinan dengan bawaan, sampai saat ini saya tidak ada hamil dan boleh diperiksa untuk pembuktian” tegasnya.
Informasi yang beredar di media online, pihaknya sangat keberatan, karena tidak sesuai dengan fakta, jadi dugaan perselingkuhan itu berita hoaks.
Isu perselingkuhan yang di informasikan ini tidak sesuai fakta dan tidak terbukti dan pihaknya siap menempuh jalur hukum dan si pemberi informasi harus mempertanggungjawabkan persoalan tersebut.
Editor : Tim Redaksi













