PadangPanjang|Matasumbar.com – Di awal Pandemi pemerintah menerapkan prinsip memprioritaskan kesehatan dan keselamatan dalam penyelenggaraan pendidikan dengan mempertimbangkan tumbuh-kembangnya anak dan hak anak selama Pandemi.
Kebijakan pembelajaran tatap muka terbatas secara bertahap mulai dilakukan untuk kembali meningkatkan kualitas belajar agar maksimal dan lebih terukur.
Hal itu disampaikan kepala sekolah SMP Negeri 3 X koto Wirnando SPd, Didampingi oleh wakil kepala sekolah bidang kurikulum M, Yunus, SPd, diruang kerjanya baru-baru ini.
Dia mengatakan, penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Setelah lebih dari satu tahun sekolah daring ternyata menimbulkan dampak negatif tidak menguntungkan bagi anak didik.
Anak-anak menjadi hilang semangat belajar, kedisiplinan bahkan tanggung jawab tugas sekolah dikerjakan oleh orang tua, hingga akhirnya kesulitan untuk mengukur hasil pembelajaran, Oleh karena itu pemerintah memutuskan untuk melakukan pembelajaran tatap muka, terang Wirnando.
Untuk meningkatkan mutu, SMPN 3 X Koto di kenagarian Singgalang Tanah Datar terus berbenah dalam memacu kualitas pendidikan dengan menghadirkan sarana dan prasarana (sarpras) kebutuhan sebanyak 282 peserta didik pada 10 lokal sekolah yang sudah Akreditasi A dan dilengkapi rumah Tahfiz tersebut.
Kepala Sekolah SMP Negeri 3 X Koto itu menyebut, pihak sekolah juga menginventarisir kondisi sosial ekonomi peserta didik. Hal ini bertujuan untuk memastikan setiap anak usia sekolah tidak terputus di tengah jalan.
“Selain terus berupaya meningkatkan standar mutu pembelajaran, kita juga membenahi sarpras demi kenyaman penyelenggaraan pendidikan. Diantaranya saat ini tengah pengerjaan rehab kantor dari APBD Tanah Datar dan sarana parkir melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS),” ucap Wirnando kepada media, Minggu 3 Oktober 2021.
Kondisi saat ini disebutkan Wirnando, SMP Negeri 3 X Koto dengan 282 peserta didik itu didukung sebanyak 18 orang guru, 5 orang Tata Usaha (TU) dan 8 orang honorer. Sedikitnya 3 honorer sudah terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan sisanya dalam proses didaftarkan.
“Secara jumlah tenaga pendidik kita cukup. Namun belum memenuhi kebutuhan, seperti bidang studi TIK yang sampai saat ini kita belum punya guru,” ungkap Wirnando yang juga akan memasuki Purna tugas pada akhir bulan Oktober 2021 ini.
Terkait dengan upaya maksimal untuk jaminan pendidikan terhadap peserta didik, wakil kepala sekolah SMP Negeri 3 X koto, M Yusuf menyampaikan, bahwa pihak sekolah menguatkan peran serta berbagai pihak. Diantaranya selain peran optimal Komite Sekolah, juga memanfaatkan program bantuan Baznas Kabupaten Tanah Datar.
“Peserta didik kita berasal dari beragam kondisi keluarga. Disini kita mengambil peran dengan memantau secara konsisten, untuk memberikan jaminan pendidikan bagi mereka. Contoh kasus ada anak dari keluarga kurang mampu yang tinggal jauh dari sekolah, kita berikan bantuan biaya transportasi. Demikian juga bagi anak yang tidak punya biaya untuk kebutuhan seragam, juga kita gratiskan,” sebut Yusuf.
Dirinya juga mengungkapkan, sekolah juga mendapat bantuan sebanyak 19 unit laptop dari anggota DPRD Tanah Datar. “Alhamdulillah secara bertahap berbagai kebutuhan sarpras sekolah terus dilengkapi. Ini sangat berdampak baik bagi kualitas pendidikan SMP Negeri 3 X Koto,” pungkas Yusuf.
Disampaikan oleh M, Yusuf, Disamping kepala sekolah yang akan Purna tugas di akhir bulan ini, juga ada berapa guru lainnya dan saya sendiri juga akan Purna tugas di akhir tahun 2021 ini.
“Kita berharap kepada guru yang menggantikan nantinya dapat melanjutkan program yang telah kita sepakati, bahkan lebih dari pada sekarang, harapnya.
Pewarta : YB
Editor. : Heri Suprianto















