Matasumbar.com – Kegiatan yang dilaksanakan tahun 2026 pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Mentawai terdiri dari dua bagian yaitu peningkatan mutu pendidikan dalam hal ini kompetensi guru dan revitalisasi sarana prasarana sekolah yang ada di kepulauan Mentawai.
Untuk revitalisasi sarana hampir seluruh kegiatannya sudah dikontrakan baik yang putus kontrak maupun yang pengadaan baru, ada beberapa rehab sekolah kemudian pengadaan mobiler itu sudah dikontrakkan semuanya.
“Saat ini kita sedang menunggu proses pekerjaan yang diselesaikan setiap kecamatan” sebut Kadisdik Mentawai, Jop di ruang kerjanya, Senin (10/8/2026).
Kemudian peningkatan kompetensi guru ini, kata dia selalu dilaksanakan di beberapa kegiatan, sedangkan kegiatan yang belum berjalan peningkatan kapasitas sekolah dan penyusunan silabus.
Kalau kegiatan yang lainnya sudah berjalan, baik peningkatan mutu pendidikan, pendataan adminitrasi sekolah, peningkatan kompetensi guru, coding dan digitalisasi sekolah.
“Kegiatan-kegiatan tersebut kita berharap pada tahun 2027 terus berkelanjutan yang didukung dengan anggaran mencukupi” harapnya.
Dia menyampaikan, anggaran disdikbud mentawai tahun 2026 ini sebesar 9 miliar bersumber dari USG, namun pada tahun 2027 menurun drastis di angka 7 miliar, kalau melihat kebutuhan tahun 2027 dengan anggaran tersedia semakin merosot.
“Ini tantangan yang kita hadapi tahun 2027, maka kegiatan semakin berkurang nantinya” ucapnya.
Dia menyebut, untuk anggaran tahun 2027, dari DAU hanya 700 juta di tambah dari dana USG total keseluruhan 7 miliar, berkemungkinan anggaran sarana akan dikurangi, agar terpenuhi kebutuhan yang lainnya.
Meski demikian, pihaknya mendorong untuk memperbanyak anggaran revitalisasi dengan melakukan jemput bola agar volumenya terkejar untuk kebutuhan PAUD, SD dan SMP.
“Kalau kita lihat kebutuhan sekolah berdasarkan data Dapodik yang diajukan, hampir seluruh sekolah diperbaiki, tentu bervariasi kebutuhannya” sebut Jop
Dia mengatakan, anggaran revitalisasi yang belum di buka kementerian itu adalah mata rekening asrama, namun ini menjadi kebutuhan sekolah juga.
“Kita berharap melalui dana revitalisasi dari kementerian ini yang bisa membantu dinas pendidikan Mentawai, Kalau tidak, kita mengalami kendala besar” ucapnya.
Editor : Tim Redaksi














