Oleh : Rahmat Hidayat (Kasubag Program & Keuangan Dinas PMDP2KB Mentawai)
MENTAWAI|Matasumbar.com – Perasaan mencintai bangsa dan kampung halaman mesti nya berada dalam satu tarikan nafas. Tidak boleh terpisah. Salah satu cara mengetuk rasa Nasionalisme adalah dengan menyanyikan lagu kebangsaan Cinta Tanah Air, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu daerah. Lagu cinta tanah air dan lagu daerah “ Tobbou Mentawai “
Local Wisdom yang dinyanyikan secara bergantian merupakan sebuah pengantar awal diskusi saya dengan peserta pemilihan Duta (Genre) Generasi Berencana Kabupaten Kepulauan Mentawai tahun 2023 pada tanggal 26 juni 2023 di Aula Bappeda Mentawai.
Sesi ini saya diberi kesempatan oleh panitia menyampaikan Materi terkait Genre dan tantangan Generasi Emas 2045. Dalam rangka merespon permasalahan remaja saat ini, BKKBN mengembangkan Program Generasi Berencana (GenRe).
Program GenRe adalah program yang dikembangkan dalam rangka penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja melalui pemahaman tentang pendewasaan usia perkawinan sehingga mereka mampu melangsungkan jenjang pendidikan secara terencana, berkarir dalam pekerjaan secara terencana, serta menikah dengan penuh perencanaan sesuai siklus kesehatan reproduksi.
Duta generasi berencana (Genre) memegang peran penting untuk menyosialisasikan bahwa keluarga adalah segala-galanya. Program GenRe adalah program yang mengedepankan pembentukan karakter bangsa dikalangan generasi muda.
Tak hanya itu, Program GenRe merupakan wadah untuk mengembangkan karakter bangsa karena mengajarkan remaja untuk menjauhi Pernikahan Dini, Seks Pra Nikah dan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif) guna menjadi remaja tangguh dan dapat berkontribusi dalam pembangunan serta berguna bagi nusa dan bangsa.
Keberadaan duta Genre sekaligus menekan maraknya permasalahan remaja, dan yang paling menonjol adalah permasalahan seputar seksualitas. Persoalan HIV/AIDS, penyalahgunaan narkoba dan rendahnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan usia kawin pertama yang relatif masih rendah, masih menimpa remaja, sehingga peran duta Genre perlu terus digiatkan.
Bahwa berencana itu keren, iya. Kenapa remaja kita perlu berencana untuk menyiapkan masa depan yang lebih baik? Dalam hemat saya, remaja kita saat ini harus kembali diperkuat rasa nasionalisme nya. Jika perasaan cinta pada tanah air dan kampung halaman sudah menjadi nilai dasar dalam masing-masing jiwa remaja kita saat ini maka mungkin tidak akan terlalu sulit untuk mengajak mereka menyiapkan rencana baik di masa datang.
Sejak tahun 2012 hingga tahun 2035 Indonesia kedepan diperkirakan memasuki masa bonus demografi dengan periode puncak antara tahun 2020-2030. Hal ini ditunjukkan dengan jumlah penduduk usia produktif yang mencapai dua kali lipat jumlah penduduk usia anak dan lanjut usia.
Jumlah penduduk usia produktif yang besar menyediakan sumber tenaga kerja, pelaku usaha, dan konsumen potensial yang sangat berperan dalam percepatan pembangunan. (Sumber : Badan Pusat Statistik 2020)
Jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2022 adalah 275.773.774.
Kondisi di tahun 2020-2030 Usia Produktif (15-64 tahun) mencapai 70% dari total jumlah penduduk. Usia non Produktif (Dibawah 14 tahun di atas 65 tahun) hanya 30 %. Penduduk usia belum produktif dan tidak produktif ini dikategorikan sebagai penduduk usia ketergantungan.
Komposisi penduduk menurut usia sangatlah penting agar pemerintah bisa menentukan kebijakan terkait penyediaan pendidikan, pembangunan, penyediaan pangan, dan yang lainnya.
Bonus demografi yang ter transformasikan menjadi bonus kesejahteraan terlihat dari pendapatan perkapita yang meningkat dan bisa diraih dengan syarat anak-anak muda di Indonesia tidak kawin pada usia muda, tidak putus sekolah, tidak hamil pada usia yang muda, tidak hamil berulang kali, angka kematian ibu dan bayi tidak tinggi, tidak banyak pengangguran, hari tuanya relatif aman dengan punya tabungan, asuransi dan sebagainya.
Pertanyaan yang sangat mendasar adalah apakah Bonus Demografi akan menjadi peluang atau malah ancaman untuk Bangsa ini? Jawabannya adalah tergantung bagaimana kita menyiapkan remaja sekarang. Jika kita abai dalam hal ini, maka kita akan menunggu Bom waktu, yang siap meledak memperparah kondisi bangsa ini.
Bagaimana tidak, jika mereka tidak disiapkan dengan kualitas karakter yang baik, membudayakan literasi dan kompetensi yang baik, terutama kompetensi kecakapan Abad 21 (Berpikir Kritis, Kreatifitas, Komunikasi, Kolaborasi). Kompetensi inilah yang menjadi kebutuhan mereka saat ini, agar remaja memiliki daya saing ditengah ketatnya persaingan global yang mereka hadapi.
Ada tiga langkah penting yang perlu dipersiapkan remaja dalam menghadapi bonus demografi pada era industri 5.0 yaitu remaja perlu belajar untuk meningkatkan intelegensia, belajar berorganisasi untuk meningkatkan kemampuan leadership serta harus belajar bersosialisasi untuk memperluas kemampuan dalam berbagai kegiatan positif.
Indonesia Emas, Indonesia yang kita cita-citakan. Pada tahun 2045 umur bangsa ini sejak merdeka sudah berumur 100 tahun. Seperti yang di cita- citakan Bapak Pendiri Republik ini Datuk Tan Malaka Merdeka 100 % terbebas dari segala bentuk penjajahan menjadi negeri yang aman damai, sentosa dan sejahtera. Harapan itu berpulang pada remaja hari ini. Mesti dikawal secara kolektif.















