Matasumbar.com – Pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur pelabuhan menjadi salah satu kebutuhan penting dalam menunjang konektivitas serta kelancaran transportasi laut di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.
Dengan hadirnya pembangunan tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Relawan Prabowo Subianto Indonesia Kuat (REPRO) Kabupaten Kepulauan Mentawai, Roby Wilson, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan pekerjaan Rehabilitasi Fasilitas Pelabuhan Tuapejat, kecamatan sipora utara , kepulauan mentawai
Menurut Roby Wilson, rehabilitasi fasilitas Pelabuhan Tuapejat merupakan langkah penting dalam mendukung aktivitas transportasi laut masyarakat Mentawai. Mengingat kondisi geografis Mentawai sebagai wilayah kepulauan, keberadaan fasilitas pelabuhan yang memadai sangat dibutuhkan untuk menunjang mobilitas masyarakat, distribusi barang, aktivitas ekonomi, serta pelayanan transportasi antarpulau.
“Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan rehabilitasi fasilitas Pelabuhan Tuapejat. Infrastruktur pelabuhan ini memiliki peran strategis bagi masyarakat Mentawai. Pelabuhan bukan sekadar tempat kapal bersandar, tetapi merupakan urat nadi konektivitas dan perekonomian masyarakat kepulauan” ucapnya.
Tak hanya itu dia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan atas dukungan anggaran dan perhatian terhadap pembangunan infrastruktur transportasi laut di wilayah Kepulauan Mentawai.
Dia menyebut, perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan fasilitas pelabuhan di Mentawai menjadi sebuah harapan serta terus ditingkatkan, sehingga masyarakat dapat menikmati pelayanan transportasi laut yang semakin baik, aman, nyaman, dan memadai.
“Pembangunan pelabuhan tuapejat ini, di harapkan bisa selesai sesuai waktu yang sudah ditentukan serta mengutamakan kualitas dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Jangan hanya mengejar penyelesaian pekerjaan, tetapi mutu dan manfaatnya bagi masyarakat harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Data dan Identitas pekerjaan ini rehabilitasi fasilitas pelabuhan Tuapejat dengan Nomor Kontrak: PL.107./1/1/UPP.SBN/2026, Tanggal Kontrak: 13 Maret 2026, Nilai Kontrak: Rp18.184.174.077 miliar, anggaran bersumber dari dana APBN PNBP Tahun Anggaran 2026 dengan Waktu Pelaksanaan: 240 (dua ratus empat puluh) hari kalender.
Kegiatan tersebut penyedia Jasa: Hikmah Hidup Tangguh Lestari – KSO, Jalan Kebun Raya II No. 06, Duri Kepa, Kebun Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta, Konsultan Pengawas: PT Priangan Raya Utama, Jalan Randusari 6 No. 58, Antapani Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat dan Konsultan Perencana: PT Delta Pratama Globalindo, Jalan PLN Cigelereng, Cisereuh, Kota Bandung, Jawa Barat.
Lebih lanjut, Roby Wilson menyampaikan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut dapat menjalankan tanggung jawab masing-masing secara profesional dan transparan.
Pembangunan infrastruktur yang menggunakan anggaran negara, kata dia harus benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan transportasi laut di kepulauan Mentawai.
“Harapan kami, rehabilitasi Pelabuhan Tuapejat ini menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat Mentawai. Kami dari DPD REPRO akan terus mendukung pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat serta mendorong agar pelaksanaannya berjalan sesuai ketentuan,” tutup Roby Wilson.
Dengan rehabilitasi fasilitas Pelabuhan Tuapejat, masyarakat Mentawai diharapkan dapat merasakan peningkatan pelayanan transportasi laut sekaligus memperoleh dukungan infrastruktur yang lebih baik untuk menunjang aktivitas sosial dan perekonomian daerah, tukasnya.
Editor : Tim Redaksi














