Ketua MPC PP Mentawai, Hendri Nopianto Saleleubaja
MENTAWAI,MataSumbar.com – Terkait masalah penumpang yang berada di KM Sabuk Nusantara 68, dimana seluruh penumpang di karantina di kapal tersebut.
Menindak lanjuti aspirasi penumpang via telpon, Ketua MPC PP Mentawai, Hendri Nopianto Saleleubaja langsung lakukan komunikasi melalui via wa kepada kalaksa/sekretaris tim gugus tugas Kabupaten tapi tidak direspon.
Karen tidak ada respon dari Kalaksa Mentawai, Hendri langsung lakukan komunikasi dengan Camat Sikakap dan selulernya juga tidak aktif maka diteruskan melalui Wakapolsek Sikakap.
Dalam komunikasi itu, Hendri menyampaikan agar penumpang kapal segera di karantina di tempat yang telah disediakan pemerintah daerah Mentawai.
Berhubung tempat karantina tidak layak serta fasilitas lain tidak mendukung, maka di lakukan karantina sementara di kapal dengan mengikuti prokes hingga sampai hasil sampel swab keluar.
Selang beberapa jam, Hendri kembali menghubungi camat sikakap sekaligus ketua tim gugus kecamatan sikakap, dian menyampaikan agar penumpang itu dilayani dengan baik dan jangan lama-lama di atas kapal, segera upayakan tindakan agar masyarakat bisa turun dikapal, sehingga tidak menimbulkan klaster baru covid ini.
Beliau jawab baik akan kita upayakan semaksimal mungkin karena ini masyarakat kita juga. Dan sekarang asisten II ibu desti sudah datang jam 2 kami akan rapat. Nanti apa keputusan rapat akan saya kabari, ucap camat saat komunikasi.
Selanjutnya Hendri juga melakukan komunikasi dengan ibu Desti, dia menyarankan agar segera ada solusi dan kebijakan yang bijak supaya masyarakat tidak stres dalam kapal. Beliau jawab ya kita sedang urusin masalah ini, terangnya.
Menurut Hendri salah satu penumpang asal sijunjung yang positif itu seharusnya diberikan sanksi tidak hanya di isolasi saja.
Seharusnya waktu dia tes swab disijunjung harus menunggu hasil swab dulu sebelum berangkat dan juga kenapa bisa masuk naik kapal?.
Bukankah syarat beli tiket itu harus menunjukkan hasil rapid tes atau swab? Hal ini perlu diselidiki oleh tim gugus. Ini tidak bisa anggap remeh karena dampaknya sangat besar kepada masyarakat luas, ucapnya.
“Saya memang tidak ada kekuasaan dan UU tidak memberikan kewenangan kepada saya, tapi sebagai masyarakat mentawai punya tanggung jawab moral. Apalagi sebagai salah satu pimpinan ormas yaitu Ormas Pemuda Pancasila punya tanggung jawab moral kepada masyarakat” sebutnya.
Kejadian seperti ini tidak boleh lagi terjadi. Mari perketat pintu masuk mentawai melalui pelabuhan apakah itu pelabuhan bungus, teluk bayur maupun muara padang. Harus benar-benar di cek kelengkapan adminstrasi terutama hasil rapid tes ataupun swabnya, tuturnya lagi.
Kemudian setelah dilakukan kembali komunikasi dengan camat sikakap semalam, camat mengatakan, hasil swab pertama sudah keluar dan ada 19 lagi yang belum keluar.
“Kalau hasilnya negatif maka penumpang sudah bisa kita pulangkan dan lakukan isolasi mandiri dirumah masing-masing, tapi kalau ada yang positif, kata Camat maka kita akan lakukan isolasi di puskesmas sikakap” sebutnya
Dalam hal ini Camat berterima kasih kepada Ketua MPC PP Mentawai atas peran dan tanggung jawabnya untuk membantu masyarakat inilah yang kami harapkan ada toko muda yang energik untuk terus berjuang demi masyarakat kita. Semoga kedepan ketua menjadi pemimpin yang membangun mentawai. Sukses ketua, pesannya.
Terima kasih kepada pak camat sikakap selaku ketua tim gugus tugas, wakapolsek bu Desti dan seluruh unsur muspika dan tim gugus tugas kecamatan sikakap yang telah mengupayakan untuk menyelesaikan dan memberikan solusi terhadap penumpang yang mengalami dan diduga terkontak kepada salah satu penumpang dari sijunjung.















