Oleh : Dika Riyanti, S.Pd (Guru Bahasa Inggris)
Matasumbar.com — Perusahaan kosmetik nasional terkemuka, ParagonCorp, melakukan kunjungan kerja strategis ke Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Kunjungan ini membawa misi ganda yang berfokus pada kemajuan pendidikan daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar): mendampingi Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam rangka menyambut putra daerah Mentawai yang berhasil lolos beasiswa sekaligus melakukan peliputan eksklusif terhadap aksi nyata guru inovatif dalam program professional development Wardah Inspiring Teacher (WIT) Generasi ke-8.
Dalam agenda tersebut, tim penyelenggara WIT dari ParagonCorp secara khusus mengunjungi Dika Riyanti, S.Pd., seorang guru bahasa Inggris di Kepulauan Mentawai yang berhasil terpilih sebagai salah satu peserta WIT Generasi ke-8.
Dari total lebih dari 30.000 pendaftar di seluruh Indonesia, Dika Riyanti sukses melewati berbagai tahapan seleksi ketat hingga berhasil menembus posisi 10.000 besar nasional yang berhak melaju ke tahap krusial: Tahap Penenun Aksi.
Kunjungan langsung dari pihak ParagonCorp ini bertujuan untuk mendokumentasikan secara mendalam proses belajar mengajar di kelas, aktivitas pendidikan di daerah kepulauan, serta implementasi nyata dari Project-Based Learning (PJBL) yang tengah dikembangkan Dika sebagai bagian dari kurikulum pelatihan WIT Gen 8.
Kehadiran tim ParagonCorp di domisili yang sama dengan penerima beasiswa ITB ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan sinergi positif dalam memajukan kualitas pendidikan di wilayah kepulauan.
Inovasi Pendidikan dari Kepulauan Untuk Dampak Nyata
Program Wardah Inspiring Teacher Generasi ke-8 mengusung jargon #DariKelasUntukDampakNyata. Melalui tahapan pelatihan intensif, para guru dibekali kompetensi adaptif termasuk integrasi teknologi pendidikan dan metode pembelajaran yang berdampak.
Dika Riyanti, yang sebelumnya telah menyelesaikan modul kompetensi esensial “Menjadi Guru Belajar: Belajar Bertumbuh di Tengah Tantangan” serta “Menjadi Pemimpin Belajar: Memimpin Sepanjang Perubahan”, kini menerapkan ilmu tersebut secara kontekstual di Mentawai melalui rancangan proyek berbasis masalah yang melibatkan siswa secara aktif.
Selama fokus pada metode inovatif, Dika juga memiliki rekam jejak dedikasi yang kuat dalam pendidikan inklusif, setelah sebelumnya menyelesaikan Bimtek Pendidikan Inklusif dan Bimtek Anak Kesulitan Belajar dari Kemendikbudristek.
Kompetensi ini ia integrasikan ke dalam proyek WIT Gen 8 guna memastikan layanan pembelajaran bahasa Inggris di sekolahnya ramah bagi seluruh karakteristik peserta didik khusus di kepulauan Mentawai yang berjulukan nama bumi Sikerei itu.
Editor :Tim Redaksi















