Matasumbar.com – Aksi demonstrasi yang dilakukan Aliansi Aksi Damai Mentawai Terang bersama elemen pemuda dan masyarakat merupakan bentuk kekecewaan sekaligus kepedulian terhadap buruknya pelayanan listrik yang selama ini dirasakan masyarakat. Pemadaman yang berulang tanpa penjelasan yang jelas telah menimbulkan keresahan luas di tengah masyarakat.
Dalam aksi tersebut, kami telah menyampaikan pernyataan sikap dan sejumlah pertanyaan kepada pihak manajemen PLN. Namun sangat disayangkan, pihak manajemen PLN tidak mampu memberikan jawaban yang jelas dan data yang konkret atas persoalan yang di sampaikan.
Tak hanya itu saat dipanggil dalam audiensi di ruangan sidang DPRD, pihak manajemen PLN juga tidak mampu menjelaskan secara transparan kondisi yang sebenarnya, seakan ada yang ditutup tutupi.
Berdasarkan UU No. 30 Tahun 2009 tentang ketenagalistrikan, pada Pasal 29 Ayat 1, menyatakan bahwa konsumen berhak mendapatkan pelayanan tenaga listrik yang baik dan terus menerus dengan mutu dan keadaan yang baik.
Hal ini tentu menjadi tanda tanya besar bagi kami. Masyarakat berhak mendapatkan pelayanan listrik yang baik serta penjelasan yang jujur dan terbuka dari pihak yang bertanggung jawab.
Ibram Paranta selaku Ketua KNPI Mentawai, menegaskan, bahwa pemuda tidak akan tinggal diam melihat kondisi ini. KNPI juga akan mendesak DPRD untuk melakukan tindakan yang konkrit terkait keadaan ini.
“Kami akan tetap berdiri sebagai kekuatan kontrol sosial untuk memastikan pelayanan publik berjalan sebagaimana mestinya, kami juga menuntut tanggung jawab dari PLN untuk memberikan kompensasi dan ganti rugi kepada masyarakat yang diakibatkan oleh pemadaman listrik” tegasnya.
Apabila dalam waktu dekat tidak ada kejelasan, transparansi, dan langkah nyata dari pihak PLN untuk memperbaiki pelayanan listrik di Kepulauan Mentawai, maka kami akan melakukan konsolidasi yang lebih besar.
Dalam hal ini Pemuda dan masyarakat siap kembali turun ke jalan dengan jumlah massa yang lebih besar sebagai bentuk perjuangan menuntut hak masyarakat.
“Ini bukan sekadar aksi, tetapi panggilan tanggung jawab moral pemuda untuk memperjuangkan kepentingan rakyat tidak hanya masalah PLN saja apa bila ada masalah yang lain merugikan kepentingan rakyat maka kita selalu menjadi kontrol” tutupnya mengakhiri.
Editor : Tim Redaksi















