MENTAWAI,MataSumbar.com – Terkait adanya pencegatan yang dilakukan warga mapadegat terhadap mobil penambang pasir liar yang terjadi sekira pukul 00.56 dini hari.
Kepala Desa Tuapejat, Pusuibiat membenarkan kejadian pencegatan mobil penambang pasir dan hal ini sebagai peringatan untuk menertibkan bukan untuk membesarkan masalah.
“Kejadian ini kita klarifikasi dan minta maaf atas insiden pencegatan yang dilakukan warga” ucap Kades Tuapejat kepada awak media, Senin 22 Juni 2020.
Disebutkan pada saat kejadian, dirinya tidak mengetahui siapa pemilik mobil penambang itu.
Menurut keterangan sopir, ini bukan mobil saya, tapi mobil saudara yang dipinjam untuk mengangkut material bahan bangunan rumah.
“Hubungan kita selama ini tetap baik, pada prinsipnya tidak ada masalah hanya menertibkan saja, agar tidak ada riak ditengah masyarakat” ucap Kades.
Sebagai perangkat desa, pihaknya juga sudah berkali-kali menyampaikan, bahkan sering mengingatkan agar tidak menambang pasir dipantai, baik kepada penambang maupun kepada masyarakat, tambahnya
Untuk kedepan, kata Pusuibiat akan di buat regulasi aturan terkait kebutuhan pasir baik pembangunan rumah termasuk fasilitas umum lainnya, kecuali material proyek.
Selain itu solusi soal kebutuhan pasir hingga sampai saat ini belum ada dari pemerintah, jadi tidak ada alternatif lain, mau tak mau pasir laut yang digunakan, ucapnya.
Menurut keterangan Andi (39) warga Tuapejat yang membawa mobil mengatakan, kejadian pencegatan oleh warga mampadegat memang benar pada saat itu kita dilokasi pantai mapadegat.
“Mobil itu saya pinjam untuk mengangkat pasir kebutuhan material pembangunan rumah” kata Andi.
Dia mengaku pasir yang diambil dilokasi pantai mapadegat sudah mendapatkan ijin dari pemilik lahannya untuk dipergunakan sebagai pembangunan rumah , karena kerterbatasan dana dirinya meminjam mobil milik saudaranya.
“Atas kejadian ini, saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat mapadegat dan kesalahan ini menjadi pembelajaran untuk kedepan” ucapnya.
Kejadian saat pencegatan oleh warga tidak ada keterlibatan oknum TNI yang disebutkan pada berita awal, hanya mobilnya saja yang dipinjam oleh saudara andi untuk mengangkat meterial kebutuhan pembangunan rumahnya.
Editor : Heri Suprianto











