Matasumbar.com – Pimpinan Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sumatera Barat, Chaydirul Yahya, mengapresiasi keberhasilan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) bersama Badan Narkotika Nasional (BNN), Bea Cukai, dan jajaran dalam pengungkapan jaringan peredaran narkotika dengan barang bukti mencapai 10,5 ton dalam kurun waktu tiga bulan.
Chaydirul menilai pengungkapan tersebut merupakan langkah penting dalam melindungi masyarakat dari ancaman peredaran gelap narkotika. Namun, ia menegaskan bahwa pemberantasan narkoba tidak boleh berhenti pada penyitaan barang bukti dan penangkapan pelaku di lapangan. Aparat penegak hukum harus menelusuri jaringan hingga ke aktor utama, termasuk kemungkinan keterlibatan sindikat internasional.
“Kami mengapresiasi kerja keras Polri bersama seluruh unsur terkait dalam mengungkap peredaran narkotika dalam jumlah besar. Ini merupakan langkah penting untuk menyelamatkan masyarakat dan melindungi masa depan generasi muda. Namun, kami berharap pengungkapan ini tidak berhenti pada penangkapan pelaku di lapangan. Seluruh jaringan harus ditelusuri sampai tuntas, termasuk pengendali, pemasok, pendana, dan pihak yang terhubung dengan sindikat internasional apabila terbukti terlibat,” tegas Chaydirul.
Menurutnya, aparat perlu memperkuat koordinasi lintas lembaga, menelusuri aliran dana, dan memutus jalur distribusi narkotika agar pemberantasan tidak hanya menyasar pelaku di tingkat bawah, tetapi juga pihak yang mengendalikan jaringan.
Chaydirul secara khusus mengajak seluruh kader dan anggota GP Ansor di Sumatera Barat untuk mengambil peran aktif dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Ia menegaskan bahwa kader Ansor harus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya menyampaikan penolakan terhadap narkoba, tetapi juga melakukan langkah nyata melalui edukasi, pembinaan pemuda, dan penguatan kepedulian sosial.
“Saya mengajak seluruh kader dan anggota GP Ansor se-Sumatera Barat untuk bergerak bersama melawan narkoba. Jangan hanya menjadi penonton ketika generasi muda kita menghadapi ancaman narkotika. Mari kita hadir di tengah masyarakat, mengedukasi para pemuda, memperkuat ketahanan keluarga, dan membantu menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba. Jadikan Ansor sebagai bagian dari solusi untuk menyelamatkan masa depan generasi bangsa,” ujar Chaydirul.
Ia berharap seluruh kader Ansor dapat mengembangkan kegiatan pencegahan yang melibatkan pelajar, mahasiswa, komunitas pemuda, dan masyarakat di lingkungan masing-masing. Kader juga perlu membangun komunikasi dengan aparat penegak hukum, pemerintah daerah, tokoh agama, serta tokoh adat agar upaya pencegahan berjalan secara terarah dan berkelanjutan.
“Ansor harus hadir dengan aksi nyata. Saya berharap kader di setiap daerah mampu menggerakkan kegiatan positif bagi generasi muda, memberikan pemahaman tentang bahaya narkoba, dan memperkuat nilai keagamaan serta kebangsaan. Kita tidak boleh membiarkan narkoba merusak masa depan anak-anak dan pemuda di Sumatera Barat,” tambahnya.
Selain mengajak kader Ansor, Chaydirul menyerukan kepada seluruh masyarakat Sumatera Barat agar meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan masing-masing. Menurutnya, pemberantasan narkoba membutuhkan keterlibatan keluarga, lembaga pendidikan, tokoh agama, tokoh adat, organisasi kepemudaan, dan seluruh unsur masyarakat.
“Kepada seluruh masyarakat Sumatera Barat, mari kita bersama-sama menjaga daerah yang kita cintai ini dari ancaman narkoba. Jangan sampai anak-anak dan generasi muda kita kehilangan masa depan karena terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika. Kita harus mulai dari keluarga, memperkuat pendidikan karakter, mengawasi lingkungan pergaulan, serta membangun kegiatan positif bagi generasi muda,” ungkapnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak bersikap acuh apabila mengetahui dugaan peredaran narkotika di lingkungan sekitar. Masyarakat dapat menyampaikan informasi melalui saluran resmi aparat penegak hukum dengan tetap mengutamakan keselamatan dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.
“Kami berharap masyarakat Sumatera Barat berani peduli dan tidak menutup mata. Jika mengetahui dugaan peredaran narkoba, laporkan kepada pihak berwenang melalui jalur resmi. Jangan memberikan ruang bagi pengedar untuk merusak lingkungan kita. Kepedulian masyarakat merupakan bagian penting dalam melindungi keluarga, menjaga keamanan kampung, dan menyelamatkan generasi penerus bangsa,” tegasnya.
Chaydirul juga berharap pemerintah daerah, aparat penegak hukum, tokoh agama, tokoh adat, dan organisasi kepemudaan memperkuat sinergi dalam mencegah peredaran narkotika. Ia menilai upaya pemberantasan perlu berjalan seiring dengan pendidikan, pembinaan, dan pendampingan masyarakat, khususnya bagi generasi muda.
Dalam konteks Sumatera Barat, ia mendorong keterlibatan ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, serta unsur pemuda untuk memperkuat perlindungan sosial dan membangun lingkungan yang mendukung tumbuh kembang generasi muda.
“Harapan kami, Sumatera Barat menjadi daerah yang semakin kuat dalam melindungi generasi mudanya dari bahaya narkoba. Pemerintah, aparat, ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, pemuda, dan seluruh elemen masyarakat harus berjalan bersama. Kita memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga anak-anak kita agar tumbuh menjadi generasi yang sehat, berakhlak, berpendidikan, dan mampu membangun daerahnya. Jangan menunggu sampai keluarga kita menjadi korban baru kita bergerak. Pencegahan harus dimulai sekarang,” tuturnya.
Chaydirul menegaskan bahwa GP Ansor Sumatera Barat mendukung upaya aparat penegak hukum dalam memberantas jaringan narkotika secara profesional dan tuntas. Ia berharap semangat kebersamaan tersebut menjadi dorongan bagi seluruh kader Ansor dan masyarakat untuk mengambil bagian dalam gerakan pencegahan narkoba.
“Kami mendukung aparat penegak hukum untuk terus bekerja secara profesional dan mengusut jaringan narkotika sampai tuntas. Pada saat yang sama, saya mengajak seluruh kader Ansor dan masyarakat Sumatera Barat memperkuat persatuan serta kepedulian. Mari kita jaga keluarga, lingkungan, dan generasi muda kita. Sumatera Barat harus menjadi tempat yang aman bagi anak-anak untuk tumbuh, belajar, berkarya, dan meraih masa depan tanpa ancaman narkoba,” tutup Chaydirul Yahya.
GP Ansor Sumatera Barat berharap pengungkapan jaringan narkotika berskala besar tersebut menjadi momentum untuk memperkuat gerakan antinarkoba di seluruh lapisan masyarakat. Melalui sinergi aparat penegak hukum, pemerintah, organisasi kepemudaan, dan masyarakat, upaya pemberantasan narkotika diharapkan semakin efektif dalam mempersempit ruang peredaran gelap serta melindungi masa depan generasi penerus bangsa.
Editor : Tim Redaksi










