MENTAWAI|Matasumbar.com – Kekayaan budaya dan kuliner yang melimpah, memiliki beragam makanan tradisional yang unik dan lezat. Salah satunya adalah tempoyak yang terbuat dari durian.
Memaksimalkan hasil buah durian, sebagai peningkatan ekonomi masyarakat, Babinsa Koramil 02/Muara Siberut, Kodim 0319/Mentawai, Serka Sopian komunikasi sosial (Komsos) dengan mitra karib di Desa Muara Siberut, Kecamatan Siberut Selatan, Selasa (26/3/2024).
Dalam kegiatan komsos itu, Babinsa Serka Sopian motivasi salah satu pedagang Ali Kapri sebagai pengolah buah durian untuk di jadikan tempoyak.
Buah durian yang di olah menjadi tempoyak ini, kata Babinsa untuk di jual kepada agen yang akan di bawa ke luar daerah.
Kegiatan komsos ini selain memotivasi warga juga membangun silaturahmi dan memonitor wilayah desa binaan, ujarnya.
Nah,proses pembuatan tempoyak ini terbuat dari buah durian yang difermentasi secara alami. Proses fermentasi ini tidak hanya menjadikan tempoyak tahan lama, tetapi juga menghasilkan rasa yang khas dan tekstur yang unik.
“Buah durian yang melimpah diolah menjadi tempoyak, menciptakan warisan kuliner yang kaya akan tradisi” sebutnya.
Dia menyebut, tempoyak tidak hanya dinikmati dalam bentuk aslinya, tetapi juga diolah menjadi berbagai hidangan lezat lainnya. Beberapa contohnya termasuk Gulai Ikan Tempoyak, Tempoyak Teri Petai, dan variasi lainnya.
“Kuliner ini sering digunakan sebagai sambal, bumbu penyedap, dan pelengkap bahan masakan” tukasnya, (Ers).
Editor : Tim Redaksi















