PadangPanjang,MataSumbar.com –
Virus Covid-19 yang melanda dunia juga berimbas kepada kota kecil Padang Panjang yang berjulukan kota Serambi Mekah yang berhawa sejuk itu uga sangat dirasakan Usaha Mikro,Kecil, dan Menengah (UMKM),
Seperti oleh-oleh khas Minang Jagung Goreng Eni yang berlokasi di samping mesjid Nurul iman Kelurahan Silaing Atas.
Sewaktu di konfirmasi awak media di lokasi tempat Eni berdagang pada hari Minggu 31 Januari 2021 sangat terlihat sepi.
Toko oleh-oleh khas Minang, Jagung Goreng itu ditunggu kesehariannya oleh anaknya yang bernama Sesfi Febri Ruzwar, yang disapa dengan panggilan Ses.
Ses memaparkan apa yang dirasakan saat Covid melanda usahanya yang juga mengalami penurunan omzet penjualan yang sangat drastis.
Biasanya pengiriman ke Batam, jagung goreng 70 kg dan ubi cancang 30 kg begitu juga ke daerah Jambi dan Bengkulu setiap minggunya,
Setelah PSBB diperlakukan kemaren toko kami mengalami kerugian yang cukup besar,
“barang-barang isi toko yang lainnya baru kami pesan banyak sekali, dan seiring dengan ada nya PSBB akhirnya barang- tersebut harus terbuang, karena tidak layak untuk dikonsumsi lagi, kami juga mengalami kerugian sebesar 15 juta rupiah”, sebut Ses.
“toko kami tetap buka tapi pembeli tidak ada sampai sekarang, adapun pengiriman ke Batam hanya 40 kg total jagung dan ubi cancang, sangat jauh menurun, itu pun tidak setiap Minggu”, katanya
Diwaktu yang sama investasi tersebut terus berlanjut kelokasi pengolahan pengorekan jagung Eni yang tidak jauh dari tempat tokonya.
Pengolahan jagung goreng dimulai tahun 1982 oleh buk Eni yang terkenal dengan nama “JAGUNG ENI”.
Usaha keluarga tersebut diteruskan oleh salah seorang anaknya Rinaldi yang lebih di kenal dengan Ujaik dalam pengolahan pengorekan jagung,
Ditambahkan oleh Ujaik, sebelum Pandemi pemasarannya cukup lancar baik dalam provinsi maupun luar provinsi.
Pemasaran seperti ke daerah Riau, Jambi dan Bengkulu tapi saàt ini dengan adanya COVID 19 ini pemasaran sangat menurun tajam.
“Pesanan pun jauh berkurang, untuk membangkitkan usaha tersebut dibutuhkan suntikan/bantuan modal usaha, yang sangat diharapkan dari pemerintah”, harapnya
Waktu bantuan UMKM Covid-19 yang lalu usaha jagung ENI ini tidak ada menerima bantuan dana tersebut, Khusus untuk pengolahan/penģgorengan jagung.
“Bahan bakarnya solar pun saat ini agak sulit untuk mendapatkannya, karena kami mempergunakan bahan bakar solar”. sebutnya
“Kami sangat membutuhkan sekali pihak terkait untuk dapat membantu, sehingga dampak dari Covid-19 tidak terlalu jauh untuk membunuh usaha yang kami geluti, juga untuk menyambung hidup sehari-hari” harapnya, (Yanto Syafri 83).
Editor : Bonar Surya















