MENTAWAI,MataSumbar.com – Untuk memaksimalkan dan mematangkan operasi pencarian dan pertolongan kecelakaan kapal laut (mati mesin) di perairan mentawai, Kantor pencarian dan pertolongan Mentawai kembali laksanakan pelatihan SAR Daerah.
Pelaksanaan latihan SAR daerah akan di laksanakan 21-22 November 2020 melibatkan TNI-Polri, Instansi Pemkab Mentawai serta potensi SAR yang ada.
Kakansar Mentawai, Akmal mengatakan, pelatihan operasi SAR yang akan ini untuk mematangkan tugas potensi SAR masing-masing intansi terkait dalam rangka penanganan kecelakaan kapal (Kapal mati mesin) ketika terjadi di perairan mentawai.
Dia menyebut dalam pelaksanaan latihan SAR nanti, mengingat kondisi pandemi, jumlah peserta pelatihan akan di kurangi dan sebelum pelaksanaan kegiatan peserta terlebih dahulu menjalani swab test.
Kegiatan pelatihan ini, kata Akmal Menindaklanjuti penyusunan rencana kotijensi kecelakaan kapal laut (mati mesin) ketika terjadi di perairan kepulauan Mentawai, ucapnya.
Selain melaksanakan pelatihan SAR daerah, juga sebagai sarana memperkuat dan meningkatkan koordinasi sesama instansi terkait dalam peningkatan kapasitas setiap potensi SAR, ujarnya.
“Pelaksanaan pelatihan, kita lebih banyak di laut dengan menggunakan fasilitas seperti alut RIB, Kapal Ramawijaya dan fasilitas lainnya” ucap Akmal kepada media, Kamis 5 November 2020.
Dia menyebut penyusunan rencana kontijensi ini dilakukan rakor pada tahun 2029 lalu dan diaplikasikan kembali bersama stakeholder dan potensi SAR yang ada dalam penanganan operasi SAR terhadap kecelakaan kapal laut.
Lebih lanjut dikatakan Akmal pelatihan yang dilakukan nanti untuk kesiapsiagaan serta mengantisipasi kalau terjadi kecelakaan laut yang membahayakan jiwa manusia khususnya kecelakaan kapal yang cukup tinggi frekuensinya di kepulauan mentawai.
Kepulauan mentawai, menurut Akmal merupakan salah satu wilayah yang sangat penting untuk dilakukan kontijensi potensi SAR. Sebab, mentawai salah satu jalur lalu lintas kapal yang paling banyak dilalui seperti penyebrangan ASDP, kapal cepat, kapal antar pulau dan yang lainnya.
“Mudah- mudahan kecelakaan laut di bumi sikerei tidak ada dan diharapkan peran aktif semua kalangan untuk saling menjalin koordinasi antar instansi dalam melaksanakan tugas penanganan kecelakaan kapal di laut khusus kapal mati mesin” tukasnya.
Editor : Heri Suprianto















