MENTAWAI, MataSumbar.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Mentawai segera lakukan koordinasi secara kelembagaan terkait pemberian bantuan kepada mahasiswa yang berada di luar mentawai
“Bantuan sembako secara kelembagaan belum kita lakukan, adapun bantuan yang diberikan beberapa anggota DPRD Mentawai itu sifatnya pribadi ” kata Anggota Komisi II DPRD Mentawai dari Fraksi Garuda, Jimer Munthe di Tuapejat, Senin 6 April 2020.
Dia mengatakan, untuk pemberian bantuan kepada mahasiswa yang terkurung di padang maupun di luar Sumbar konsepnya harus duduk dulu, sehingga tidak terbentur, perlu dilakukan pendataan, sehingga jelas berapa semuanya.
“Intinya bantuan yang akan diberikan nanti, tidak memandang dari dapil mana dia, tapi sifatnya global” kata Jimer Munthe.
Secara pribadi, kata Jimer Munthe rencana bantuan yang akan diberikan di daerah pemilihannya (Dapil) berupa jaringan pengaman dan soal sembako anggotanya masih melakukan pendataan dilapangan.
“Memang kondisi saat ini sudah banyak memberikan bantuan kepada masyarakat seperti Yayasan, LSM termasuk TNI, bahkan pemerintah juga sudah turun kelapangan, agar bantuan tidak timpah tindih, maka perlu dilakukan pendataan” ucapnya.
Disisi lain terkait dengan fasilitas dalam penanganan covid-19 di wilayah kabupaten kepulauan mentawai, Jimer Munthe meminta tim gugus tugas segera menyediakan alat pengukur suhu (Termometer Infrared) di 43 Desa dan 10 Kecamatan.
Tujuannya ini ketika ada masyarakat melakukan pengurusan di kantor Desa maupun di Kantor Camat, setiap petugas bisa melakukan pemeriksaan kepada masyarakat, setidaknya mengantisipasi penyebaran virus corona, ujarnya.
Selain itu, pihak Desa juga bisa menganggarakan untuk pembelian alat pengukur suhu, hal itu sesuai surat edaran Kemendes Nomor 8 Tahun 2020 tentang Desa tanggap Covid-19, tapi alangkah baiknya dilakukan satu pintu, supaya menghindari barang yang palsu, tuturnya.
Menurut Jimer Munthe adanya alat pengukur suhu di setiap Kecamatan dan Desa akan memudahkan petugas melakukan pemeriksaan terhadap masyarakat yang keluar masuk selama 14 hari kedepan sesuai surat edaran Bupati Mentawai.
Ia juga menghimbau kepada seluruh masyarakat dalam menghadapi wabah virus corona ini jangan di anggap remeh dan tidak panik, namun tetap waspada dengan mengikuti anjuran pemerintah.
Dia menambahkan soal kebutuhan Sembilan Bahan Pokok (Sembako) bagi para pedagang untuk tidak mengambil kesempatan menaikan harga, karena pemerintah akan selalu memantau pergerakan harga di lapangan, tutupnya.
Editor : Heri Suprianto















