Matasumbar.com – Banjir yang melanda di beberapa wilayah banyak fasilitas umum yang rusak termasuk rumah warga dan lahan pertanian masyarakat khususnya di wilayah Desa Muara Siberut, Kecamatan Siberut Selatan, Kepulauan Mentawai.
Laporan yang diterima awak media dari Kepala Desa Muara Siberut, Andrya Budi Agung menyampaikan, bahwa banjir dari sungai Rereket dan silakoinan yang berimbas ke Dusun Puro dan Sirogdag.
“Ada 7 titik wilayah yang terkena banjir, rumah terdampak 58 unit, dimana ketinggian air mencapai 15-20 cm dan jarak sungai dari pemukiman masyarakat berkisar 20-50 meter, kategori waspada” sebut Andrya kepada media, Jumat (28/11/2025).
Sementara di Dusun Sirogdag ada 6 titik wilayah yang terkena dampak banjir yaitu rumah warga 38 unit kategori waspada, lokasi dua titik dan empat titik kategori siaga. Jarak pemukiman masyarakat berada di pinggir sungai.
Tak hanya itu tempat usaha masyarakat seperti pengolahan sagu ada 7 tempat yang terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter dari lantai dan satu lokasi pertanian jagung yang di kelola Bumdes seluas 3,5 hektar terendam banjir.
“Musibah banjir yang melanda ini berdampak pada aktivitas masyarakat dan tidak bisa berbuat apa-apa karena lumpuh total” ucap Kades.
Dia mengatakan, kejadian ini air naik akibat banjir mulai dari pukul 12.00 WIB siang dan sorenya pada pukul 18.00 WIB, dimana debet air bertambah naik sekitar 10-15 cm.
Kejadian ini, Kades Muara Siberut menghimbau kepada masyarakat yang terdampak banjir untuk memadamkan aliran listrik bagi yang ada jaringan listrik.
“Himbauan yang kita sampaikan ini guna mengantisipasi agar tidak terjadi bencana yang akan berdampak kepada pemilik rumah” ungkapnya.
Editor : Tim Redaksi













