Oleh : Mahasiswa KKN Unand, Ashifa Adetya dan Ferdinal
PadangPanjang|MataSumbar.com – Pemerintah Padang Panjang melakukan tugasnya dengan cukup baik dalam penanganan berbagai macam aspek sanitasi, namun sanitasi tidak hanya berputar pada air dan limbah cair saja, tetapi juga mencakup permasalahan sampah.
Seperti yang kita tahu, permasalahan sampah merupakan permasalahan yang selalu terjadi saat ini, begitupun di Kota Padang Panjang.
Pelaksanaan pengelolaan sampah di Kota Padang Panjang secara umum sudah cukup baik. Namun, masih ada daerah di Kota Padang Panjang yang pengelolaan sampahnya belum bisa dikatakan terkelola dengan baik.
Sering kali sampah rumah tangga dibuang secara langsung tanpa dilakukan pemilahan terlebih dahulu. Pemilahan sampah berdasarkan jenisnya sangat perlu dilakukan. Selain mengurangi volume sampah yang akan dibawa ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir Sampah),
Sampah yang terpilah dapat digunakan kembali atau yang biasa kita sebut dengan daur ulang sampah.Penempatan tempat sampah memiliki peran penting dalam pengelolaan persampahan ini,
Seperti contohnya di RT13. Tempat sampah yang tersedia hanya dibagi menjadi 2 jenis sampah, yaitu sampah organik dan sampah anorganik, bahkan masih ada beberapa titik yang hanya memiliki satu jenis tempat sampah saja.
Salah seorang warga RT13, Yanti (56 tahun) mengungkapkan bahwa “Pada saat membuang sampah, masih ada oknum yang tidak membuang sampah pada tempatnya. Sehingga hal ini menimbulkan pembicaraan antar warga dan saya sering kali mendapati ada sampah yang masih berserakan di samping tong sampah, sehingga menimbulkan bau tidak sedap dan tidak enak dipandang”.
Melihat permasalahan yang terjadi, kepedulian masyarakat menjadi unsur yang sangat penting. Karena sampah rumah tangga yang dihasilkan oleh masyarakat merupakan salah satu penyumbang terbesar dalam peningkatan volume sampah di TPA (Tempat Pembuangan Akhir).
“Sebaiknya kesadaran dari warga mengenai sampah ini harus ditingkatkan, tidak hanya dalam kepedulian saja tetapi juga perlu kesadaran untuk memilah sampah di rumah sendiri sebelum dibuang ke tong sampah bersama, sesuai dengan jenis tempat sampah yang ada”, ungkap yanti.
Kurangnya kepedulian dan pengetahuan masyarakat akan pengelolaan sampah ini menjadi salah satu penghambat dalam menjalankan pengelolaan sampah yang baik. Untuk itu, mahasiswa KKN UNAND Silaing Bawah berupaya mengatasi permasalahan ini dengan melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat.
Sosialisasi ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah dan bagaimana cara pemilahan sampah rumah tangga yang baik dan benar.
“Kami dari mahasiswa KKN UNAND melaksanakan sosialisasi melalui pembagian pamflet secara door to door agar edukasinya benar-benar tersampaikan ke setiap orangnya dan kami sangat berharap kepedulian masyarakat dapat meningkat melalui kegiatan yang kami lakukan ini”, ujar Vitrya salah satu mahasiswa KKN UNAND Silaing Bawah yang baru berusia 21 tahun itu.
Pemerintah juga memiliki andil dalam mengatasi masalah pengelolaan sampah, maka dari itu adanya program bertajuk STBM atau Sanitasi Total Berbasis Masyarakat.
Pengelolaan sampah rumah tangga merupakan salah satu pilar penting dalam STBM. STBM merupakan salah satu program pemerintah yang bertujuan untuk menurunkan kejadian penyakit diare dan penyakit berbasis lingkungan lainnya yang berkaitan dengan sanitasi dan perilaku.(YB)















