Matasumbar.com – Pasca musibah banjir yang melanda di beberapa wilayah, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai melalui Dinas Sosial salurkan bantuan kepada warga terdampak banjir di kecamatan Siberut Selatan.
Penyerahan bantuan pangan itu langsung di pimpin Bupati Mentawai, Rinto Wardana di dampingi Kadis Sosial, Rosmaida,Kalaksa BPBD Mentawai, Lauren Saruruk, Camat Siberut Selatan, Hijon, Kades Muara Siberut, Andrya Budi Agung, Babinsa Koramil 02/Muara Siberut, Serda L Hutagalung dan Bhabinkamtibmas.
Selain penyerahan bantuan pangan kepada warga terdampak, Rombongan Bupati mentawai juga melakukan peninjauan sejumlah titik lokasi yang terkena banjir di wilayah kecamatan Siberut Selatan.
Adapun bantuan yang diserahkan berupa Beras, Gula, Telur, Teh, Minyak goreng dan Indomie, yang diterima langsung Camat yang akan di serahkan kepada masyarakat terdampak banjir.
Babinsa Koramil 02/Muara Siberut, Kodim 0319/Mentawai, Serda L Hutagalung menyampaikan, bantuan pangan yang diserahkan pemkab Mentawai kepada warga terdampak banjir ini bentuk kepedulian atas musibah yang menimpah masyarakat setempat.
Pendampingan penyerahan bantuan pangan yang di lakukan Babinsa ini guna memonitoring jalannya pendistribusian agar tepat sasaran serta memastikan situasi peninjauan lokasi banjir berjalan kondusif.
“Bantuan yang diserahkan ini untuk memenuhi kebutuhan pangan darurat warga terdampak banjir” sebut Babinsa saat mendampingi Bupati Mentawai serahkan bantuan, Sabtu (29/11/2025).
Selain itu kegiatan pendampingan ini juga mendukung percepatan pemulihan sosial di wilayah terdampak dan kehadiran Pemda, TNI, Polri, Camat dan BPBD untuk membantu meringankan beban kebutuhan pangan masyarakat.
Sebelumnya informasi bencana banjir yang di terima awak media dari laporan Kepala Desa Muara Siberut, Andrya Budi Agung bahwa ada 7 titik wilayah yang terkena banjir, rumah terdampak 58 unit, dimana ketinggian air mencapai 15-20 cm dan jarak sungai dari pemukiman masyarakat berkisar 20-50 meter, kategori waspada” sebut Andrya kepada media, Jumat (28/11/2025).
Sementara di Dusun Sirogdag ada 6 titik wilayah yang terkena dampak banjir yaitu rumah warga 38 unit kategori waspada, lokasi dua titik dan empat titik kategori siaga. Jarak pemukiman masyarakat berada di pinggir sungai.
Tak hanya itu tempat usaha masyarakat seperti pengolahan sagu ada 7 tempat yang terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter dari lantai dan satu lokasi pertanian jagung yang di kelola Bumdes seluas 3,5 hektar terendam banjir.
“Musibah banjir yang melanda ini berdampak pada aktivitas masyarakat dan tidak bisa berbuat apa-apa karena lumpuh total” ucap Kades mengakhiri.
Editor : Tim Redaksi













