Matasumbar.com – Pasca persoalan Kepala Sekolah SMPN 2 Sipora Selatan yang sempat memicu amarah pekerja dengan melakukan pemalangan sekolah lantaran upah belum dibayar pada kegiatan revitalisasi SMPN 2 Sipora Selatan di respon cepat pihak Dinas.
Saat mendapat informasi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Mentawai, Jop bersama tim langsung turun ke SMPN 2 Sipora Selatan untuk menyelesaikan persoalan tersebut karena aktivitas belajar mengajar terganggu.
“Kita bersama tim langsung turun kelokasi dan berkomunikasi dengan Kepsek untuk segera membayar upah pekerja, pada hari itu juga semuanya tuntas” ucap Jop kepada media, Rabu (28/10/2026).
Dia mengatakan, saat turun kelokasi, memang keberadaan kepsek tidak ada ditempat, karena beliau berada di jambi untuk menjenguk orang tuanya yang lagi sakit .
“Kami dari Dinas tetap memberikan sanksi administrasi seperti teguran termasuk pergantian kepala sekolah” tegas Jop.
Dia mengatakan persoalan ini akan terus berjalan dan juga meminta pertanggungjawaban pekerjaan, karena upah pekerja belum sepenuhnya di bayar termasuk penyelesaian revitalisasi sekolah.
“Kalau pertanggungjawaban tidak bisa diselesaikan maka rujukannya kepada pemeriksaan” ucapnya.
Terkait persoalan ini, kata Jop tetap di berikan sanksi adminitrasi apakah itu teguran, pemberhentian sebagai kepala sekola, namun semuanya itu berproses tergantung pertanggungjawaban kepala sekolah.
“Saya belum bisa mengatakan pecat, tapi sanksi adminitrasi ada dan juga teguran arahnya di nonjobkan sementara, agar fokus menyelesaikan revitalisasi sekolah” sebut Jop.
Persoalan ini di harapkan tidak ada lagi terjadi di sekolah-sekolah yang ada di kepulauan mentawai dan diminta setiap kepala sekolah profesional untuk melaksanakan revitalisasi sekolah, pungkasnya.
Editor : Tim Redaksi














