Matasumbar.com – Keterlibatan oknum anggota DPRD Mentawai ikut bermain proyek di lingkungan OPD sangat di sayangkan, karena tidak lagi sesuai dengan tugas dan fungsi sebagai wakil rakyat, bahkan mencederai aturan.
Ketua DPRD Mentawai, Ibrani Sababalat menegaskan, bahwa secara aturan tidak boleh anggota DPRD atau dilarang keras terlibat bermain proyek pemerintah (menjadi pelaksana proyek, kontraktor atau mengatur jatah proyek.
“Kalau memang ada oknum anggota DPRD Mentawai terlibat ikut bermain proyek sangat kita sayangkan, karena melanggar etik sebagai wakil rakyat” ucap Ibrani kepada media, Selasa (27/10/2026).
Dia menjelaskan, larangan itu sesuai dengan Dasar hukum yang tertuang pada UU No.17 tahun 2014 tentang MD3 pasal 400 ayat 2 mengatur larangan bagi anggota DPRD untuk rangkap jabatan atau terlibat dalam pengelolaan proyek pemerintah.
“Seharusnya kita sebagai wakil rakyat harus taat aturan, karena dalam fungsi dan tugas jelas yaitu membuat aturan, penganggaran dan pengawasan, lebih dari itu berarti aturan siluman” sebutnya.
Adanya keterlibatan oknum anggota DPRD Mentawai ikut bermain proyek, Ibrani akan coba memastikan kebenarannya dengan melakukan koordinasi dengan pihak bersangkutan.
Nah, selaku pimpinan DPRD Mentawai akan memberikan informasi yang kongkrit kepada rekan-rekan media, karena ini menyangkut lembaga legislatif, agar kejadian ini bisa nantinya di klarifikasi.
Terkait benar atau tidaknya adanya oknum legislatif bermain proyek, Ibrani akan coba melakukan komunikasi dengan oknum yang disebut dalam pemberitaan.
“Kita sangat terbuka ketika ada informasi dari media maupun masyarakat, kita tidak ada menutupi ketika ada informasi terkait lembaga DPRD Mentawai, informasi tersebut mengingatkan kita” imbuhnya.
Dia menegaskan, lembaga DPRD tidak boleh bermain proyek, karena sudah ada aturan dan juga diatur sanksi etik termasuk pelanggaran lainnya.
“Kalau memang terbukti ada oknum DPRD bermain proyek sangat kita sayangkan, namun kita selaku pimpinan akan mengarahkan untuk melakukan klarifikasi apa yang sebenarnya terjadi” pungkasnya.
Editor : Tim Redaksi














