Matasumbar.com – Upaya penguatan pengawasan partisipatif di wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai memasuki babak baru. Penguatan tersebut ditandai dengan pelantikan jajaran Pengurus Majelis Pembimbing (Mabi) dan Pimpinan cabang Satuan Karya Pramuka (Saka)Adhyasta Pemilu masa bakti 2026-2031.
Pelantikan di pimpin langsung Ketua Kwartir Cabang Mentawai, Martinus Dahlan yang berlangsung khidmat di Aula Sekretariat Daerah Bupati Mentawai, Kamis (12/2/2026). Pelantikan itu mempertegas sinergi strategis antara Bawaslu dengan kwarcab gerakan Pramuka dalam mencetak kader pengawas muda yang berintegritas.
Ketua Bawaslu Mentawai, Nasrullah Siritoitet menyampaikan, pelantikan ini bukan hanya semata seremonial, namun wujud bersama untuk memperkuat demokrasi melalui peran aktif masyarakat, tentunya gerakan pramuka.
Saka Adhyasta Pemilu ini di bentuk, sebut Nasrullah untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan ketrampilan, menumbuhkan kesadaran partisipatif, menjadi agen pengawas pemilu dana menciptakan pemilu yang berintegritas
Ia mengatakan, pelantikan pengurus majelis pembimbing saka Adhyasta Pemilu ini merupakan langkah konkret untuk memperluas jangkauan pengawasan Pemilu di wilayah empat pulau besar kabupaten Kepulauan Mentawai
Nah, Saka Adhyasta Pemilu ini harus menjadi wadah edukasi bagi anggota muda agar mampu menjadi “mata dan telinga” demokrasi di lingkungan masing-masing.
“Bawaslu berharap kepengurusan ini mampu menggerakkan potensi Pramuka Penegak dan Pandega di seluruh Mentawai untuk aktif mengawasi setiap tahapan pemilu guna mencegah praktik politik uang serta segala bentuk manipulasi suara,” ujar Nasrullah.
Ketua Kwarcab Mentawai, Martinus Dahlan dalam sambutannya, memberikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan ini. Menurutnya, Saka Adhyasta merupakan perwujudan pendidikan politik yang sehat bagi generasi muda, yang selaras dengan kode kehormatan Satya dan Darma Pramuka.
“Saat ini kita mulai membangun ekosistim demokrasi yang berkarakter melalui saka Adhyasta Pemilu di bumi Sikerei” ucapnya.
Dia menjelaskan, saka Adhyasta Pemilu merupakan gerakan pramuka, bagaimana mencetak generasi muda dalam teknologi, tetapi juga memiliki literasi politik dan integrasi kebangsaan dalam menghadapi pemilu.
Ia berpesan agar pengurus yang baru dilantik segera melakukan konsolidasi organisasi hingga ke tingkat cabang agar kebermanfaatan program kerja Saka Adhyasta dapat dirasakan secara masif.
“Menjaga netralitas adalah harga mati. Namun, anggota Pramuka tidak boleh apatis terhadap masa depan bangsa. Kehadiran Saka ini diharapkan mampu mencetak kader pemimpin masa depan yang memahami proses demokrasi secara jujur dan adil,” tegas.
Melalui kepengurusan periode 2026-2031 ini, Pramuka saka Adhyasta Pemilu diharapkan konsisten menjadi garda terdepan dalam mengawal proses demokrasi yang bersih di seluruh pelosok Mentawai selama lima tahun ke depan.
Editor : Tim Redaksi















