MENTAWAI,MataSumbar.com – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai nyatakan belum siap untuk menjalani Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19 (TNBPAC). Dalam keputusan tersebut pemkab mentawai lebih memilih fase transisi menuju new normal.
“Kita perlu persiapan matang untuk menetapkan new normal, sehingga pada saat pelaksanaan berjalan dengan lancar” kata Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet dalam konfrensi pers di Aula Sekretariat Umum Daerah Mentawai, Senin 8 Juni 2020.
Seperti diketahui, Pemerintahan kabupaten mentawai telah mengakhiri masa pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap 3 dan mengambil sikap untuk menjalni masa transisi menuju new normal dari 8-20 Juni 2020.
Maka dalam hal ini, kata Yudas sangat butuh perisapan matang menuju new normal, kalau belum siap, maka yang menjadi kendala itu kepada masyarakat pada saat penerapan nantinya.
“Ada 12 hari waktu kita untuk persiapan menuju Tatanan Normal Baru Produktif Aman Covid-19 di wilayah mentawai“ ucap Yudas.
Dia menjelaskan, alasan pemkab mentawai belum siap menerapkan new normal ada dua kategori yaitu persiapan secara totalitas belum ada seperti tenaga, manajemen serta yang lainnya, kedua mentawai berada dikepulauan sehingga masih perlu dilakukan persiapan matang untuk menuju era baru tatanan kehidpan produktif aman covid-19.
Meski menjalani transisi menuju new normal semuanya perlu dipersiapkan segala sesuatunya sesuai dengan prtokol covid-19 , hingga persiapan sampai 20 Juni 2020 mendatang kita harus siap menerima era new normal, tuturnya.
Yudas menyebut, untuk menyongsong penerapan tatanan normal baru atau pola hidup baru di wilayah mentawai, pihaknya sudah membuat peraturan Bupati Nomor 30 Tahun 2020. Perbup itu akan terus disosialisasikan kepada masyarakat.
Upaya ini, kata dia untuk pengaturan hingga sanksi tegas bagi warga yang melanggar protokol Covid-19 di masa pemberlakuan new normal nantinya” ucapnya.
“Mudah-mudahan, Perbup ini dapat dipahami dan diimplementasikan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari dan mari bersama-sama menekan serta mengendalikan penyebaran covid-19 di bumi sikerei” pungkasnya.
Editor : Heri Suprianto











