Matasumbar.com – Dalam upaya percepatan pembangunan akses jalan di pelosok Siberut, Bupati Mentawai Rinto Wardana turun lapangan untuk melakukan peninjauan lokasi di Buttui dan Matotonan sebagai pendukung desa wisata berbasis budaya.
Peninjauan lokasi ruas jalan, Bupati Rinto didampingi Anggota DPRD Mentawai Kristinus Basir, Dandim 0319/Mentawai, Letkol informasi Bambang Budi Hartanto, Kepala DPUPR Mentawai, Pelaksana Tugas Kepala Desa Madobag, Kepala Desa Matotonan, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat, Sabtu (24/1/2026).
Dia menuturkan, peninjauan yang di lakukan ini untuk memastikan kesiapan pembangunan jalan yang dinilai strategis dalam meningkatkan konektivitas antar wilayah sekaligus mendorong pengembangan potensi pariwisata berbasis budaya di Desa Matotonan.
“Ini upaya kita dalam percepatan pembangunan infrastruktur pendukung desa wisata yang berbasis budaya dari Buttui sampai Matotonan” sebut Bupati.
Dia menyampaikan, pembukaan ruas jalan sepanjang 7 Km dari Buttui–Matotonan akan dipercepat dan ditargetkan rampung pada akhir Maret 2026 ini mengingat Desa Matotonan akan menggelar perayaan hari jadi desa yang dirangkai dengan berbagai kegiatan budaya Mentawai, seperti pertunjukan sikerei dan pagelaran seni budaya.
Ruas jalan ini, kata dia harus siap karena akan menjadi akses utama bagi masyarakat dan tamu yang datang saat perayaan ulang tahun Desa Matotonan.
“Ini bagian dari komitmen kita menjadikan Matotonan sebagai desa wisata berbasis budaya” ujar Rinto
Rinto juga menegaskan kepada kepala desa agar memastikan bahwa tidak adanya persoalan ganti rugi lahan dalam proses pembangunan dan dipastikan seluruh lapisan masyarakat mendukung progres tersebut.
Jadi sebelum alat berat di turunkan untuk bekerja perlu menyamakan pemahaman antara pemerintah desa dengan masyarakat, khususnya terkait tanaman warga yang terdampak dalam pekerjaan jalan.
“Intinya jangan muncul tuntunan ganti rugi di saat sudah berjalan pekerjaan, prinsipnya harus dibicarakan dan disepakati dari awal, sehingga tidak terhambat proses pembangunan jalan” tegasnya.
Dengan di bukanya akses jalan dari Buttui sampai ke Matotonan, maka perekonomian masyarakat bisa lancar serta memperkuat konektivitas antar wilayah juga mendukung pengembangan pariwisata dan pelestarian budaya lokal di wilayah pedalaman Siberut, (*).
Editor : Tim Redaksi















