Matasumbar.com – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bergerak cepat menindaklanjuti dampak bencana hidrometeorologi yang menyebabkan terban tanah di Nagari Balah Hilir, Kecamatan Lubuk Alung.
Kepala Dinas PUPR Padang Pariaman, Ir. El Abdes Marsyam, bersama jajaran staf turun langsung ke lokasi terdampak yang berada di belakang kantor Wali Nagari Balah Hilir.
Kunjungan tersebut turut didampingi oleh Penjabat Wali Nagari Balah Hilir serta tokoh masyarakat setempat, Happy Neldy, SE., MM. Dari hasil peninjauan lapangan, kondisi terban tanah diketahui cukup mengkhawatirkan.
Aliran Sungai Batang Anai dilaporkan semakin mendekati badan jalan utama Padang–Bukittinggi, yang merupakan jalur vital penghubung antar wilayah di Sumatera Barat. Selain itu, satu unit rumah warga di sekitar lokasi juga berada dalam ancaman serius akibat erosi yang terus berlangsung.
Dalam kesempatan tersebut, Ir. El Abdes Marsyam menerima berbagai data dan informasi dari pemerintah nagari serta masyarakat setempat. Data tersebut akan digunakan untuk melengkapi proposal resmi Pemerintah Daerah Padang Pariaman yang akan diajukan kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera Barat sebagai langkah percepatan penanganan.
Bupati Padang Pariaman menegaskan komitmennya dalam penanggulangan bencana ini. Ia menginstruksikan Dinas PUPR untuk segera mempersiapkan seluruh dokumen dan kebutuhan teknis guna diajukan ke pihak BWS Sumbar, agar penanganan dapat segera direalisasikan.
Tokoh masyarakat Balah Hilir, Happy Neldy, menyampaikan apresiasi atas respons cepat pemerintah daerah. Menurutnya, langkah sigap ini sangat penting mengingat potensi dampak yang ditimbulkan cukup besar.
“Jika kondisi ini dibiarkan, bukan hanya satu rumah yang terancam runtuh, tetapi juga bisa menyebabkan putusnya akses jalan utama Padang–Bukittinggi. Dampaknya tentu akan meluas, mengganggu mobilitas masyarakat di wilayah ini bahkan Sumatera Barat secara umum,” ujarnya.
Pemerintah daerah berharap, melalui koordinasi dengan BWS Sumatera Barat, langkah penanganan seperti penguatan tebing sungai dan normalisasi aliran dapat segera dilakukan guna mencegah dampak yang lebih besar.
Editor : Tim Redaksi













