Matasumbar.com – Situasi memanas terjadi di Jembatan Kampung Apar, Lubuk Alung Timur saat Bupati Padang Pariaman JKA turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi jembatan tersebut, dimana sejumlah truck yang bermuatan berat masih nekat melewatinya.
Bupati JKA memergoki langsung sejumlah truck bermuatan berat dan menyetop, dilokasi JKA meluapkan amarahnya dengan marah besar, karena jembatan yang di lintasi truck itu satu-satunya yang tersisa jembatan penghubung di wilayah tersebut.
Jembatan yang tersisa pasca bencana banjir yang meluluhlantakkan wilayah itu jembatan vital hanya satu-satunya jembatan kampung ampar sebagai urat nadi penghubung masyarakat.
Kondisi jembatan yang mulai goyah dan mengalami keretakan membuat pemerintah daerah menetapkan pembatasan tonase. Namun, beberapa pengusaha tambang dikabarkan tetap mengoperasikan truk-truk besar yang melewati jalur itu.
Melihat langsung pelanggaran tersebut, Bupati JKA tidak bisa menahan amarah. Ia langsung menyetop truk-truk yang membandel, mengambil kunci kendaraan, dan memberikan peringatan keras kepada sopir maupun pihak perusahaan.
“Saya tidak akan segan-segan mencabut izin usaha tambang yang masih berani melewati jembatan ini. Ini satu-satunya jembatan penghubung masyarakat. Kalau ini runtuh, seluruh akses terputus!” tegas JKA dengan nada tinggi.
Langkah tegas bupati mendapat sambutan hangat dari warga Lubuk Alung dan Buayan yang menyaksikan kejadian tersebut. Warga mengaku sangat terbantu dengan tindakan cepat pemerintah daerah menghentikan potensi kerusakan lebih lanjut pada jembatan itu.
“Tolong awasi terus, Pak. Ini jembatan satu-satunya untuk kami. Kalau ini rusak, kami terisolasi,” ujar salah seorang warga yang berada di lokasi, penuh harap.
Masyarakat berharap bupati tetap mengawal kondisi jembatan Kampung Apar hingga perbaikan permanen selesai dilakukan. Mereka juga meminta pemerintah menindak tegas para pengusaha yang membahayakan keselamatan publik demi kepentingan bisnis semata.
Dengan tindakan tegas JKA ini, warga kembali memiliki harapan bahwa akses mereka tetap aman, setidaknya hingga jembatan-jembatan vital lainnya dapat dibangun kembali pascabencana, (Boy).
Editor : Tim Redaksi















