SIKAKAP,MataSumbar.com – Jalan merupakan sarana vital bagi masyarakat, karena tanpa adanya prasarana ini, proses transportasi tidak berjalan terutama alat angkutan via darat.
Dengan kondisi jalan yang ekstrim, pengendara harus berhati-hati ketika melewatinya. Inilah yang dialami jajaran Polsek Sikakap saat menyalurkan bantuan beras polri di Desa Bulasat, Kecamatan Pagai Selatan.
Bantuan beras yang disalurkan jajaran Polsek Sikakap ini dalam rangka memperingati HUT RI ke-75 yang di laksanakan secara serentak seluruh Indonesia.
Jalan yang di tempuh jajaran Polsek Sikakap hingga sampai ke lokasi masyarakat lebih kurang 40 km menggunakan mobil dump truck di iringi dengan kendaraan dinas dalam kondisi jalan berlobang, berlumpur dan rusak.
Penyaluran bantuan beras polri ini di pimpin Wakapolsek Sikakap, Ipda Yanuar didampingi bhabinkamtibmas beserta anggota. Bntuan beras diserahkan kepada 20 peserta penerima bantuan yang ada di desa Bulasat.

Kapolsek Sikakap, AKP.Tirto Edhi mengatakan, bantuan beras polri yang diserahkan ini kepada 20 warga Desa Bulasat, masing-masing mendapatkan sebanyak 5 kg beras.
“Kita sangat prihatin kondisi jalan saat personel mendistribusikan bantuan kepada warga yang berada di desa Bulasat dan hal ini tidak bisa dipungkiri, demi membantu masyarakat, personel Polsek tetap berupaya sampai kelokasi” ucapnya kepada awak media, Minggu 23 Agustus 2020.
Dikatakan, selain menyalurkan bantuan, wakapolsek bersama bhabinkamtibmas juga mengunjungi puskesmas Bulasat sekaligus membangun komunikasi terkait prokes.
Dalam kunjungan itu, pihaknya menyampaikan kepada petugas puskesmas untuk mengingatkan masyarakat dalam memtauhi protokol kesehatan dimasa adaptasi kebiasaan baru salah satunya menggunakan masker saat melakukan aktivitas diluar rumah, tuturnya.

Tak hanya itu, dengan adanya kembali kasus pencabulan anak dibawah umur yang terjadi baru-baru ini, Kapolsek perintahkan bhabinkamtibmas untuk memberikan edukasi kepada anak-anak dan kepada orang tua untuk lebih ketat lagi menjaga anak-anak.
Dalam bergaul anak-anak selalu berhati-hati serta katakan tidak mau di bujuk rayu oleh siapapun, karena terjadinya pencabulan bukan orang dari luar saja, namun orang terdekat
“Kita musti bersama-sama untuk mencegah anak-anak generasi Mentawai agar tidak terulang kembali kejadian pelecehan seksual terhadap anak dan perempuan” ucapnya tegasnya.

Sekedar diketahui terkait dengan kondisi jalan yang rusak, informasi yang dirangkum matasumbar.com jalan yang dilalui personel Polsek Sikakap ini merupakan kawasan HPH yang digunakan perusahan membawa kayu.
Dengan status jalan HPH tersebut pemerintah akan sulit membangun jalan, tentu harus ada izin dari pemilik HPH, sementara Dinas Kehutanan tidak ada lagi di kabupaten hanya UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP), sedangkan kebijakan itu ada di Provinsi Sumbar.
Editor : Heri Suprianto















